Home Forums Nutrisi Ibu Hamil 8 Zat Gizi yang Paling Dibutuhkan Saat Hamil

Viewing 2 reply threads
  • Author
    Posts
    • admin
      Keymaster
      Post count: 5

      Seperti yang telah kita ketahui, ibu hamil membutuhkan banyak sekali zat gizi. Bayi dalam kandungan yang sedang mengalami banyak pertumbuhan dan perkembangan dalam jangka waktu hanya 9 bulan tentunya membutuhkan zat gizi yang memadai. Tak heran jika ibu hamil harus lebih banyak makan makanan yang bergizi saat hamil.

      Walaupun mungkin beberapa ibu hamil dibantu dengan berbagai suplemen selama kehamilan, tetapi makan makanan bergizi saat hamil harus tetap dilakukan untuk mencukupi kebutuhan gizinya. Berikut ini merupakan zat-zat gizi penting yang dibutuhkan saat hamil.

      Zat besi

      Saat hamil, volume darah Anda menjadi lebih besar karena bayi juga membutuhkan pasokan darah dan tubuh Anda mengalami perubahan menjadi lebih besar saat hamil. Karena volume darah yang lebih besar ini, maka kebutuhan zat besi ibu ikut naik sebesar dua kali lipat. Zat besi sendiri dibutuhkan tubuh untuk membuat sel darah merah.

      Zat besi yang cukup dapat mencegah ibu dari anemia dan juga dapat mencegah bayi dari kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR). Jika ibu hamil tidak mendapatkan zat besi cukup selama kehamilan, Anda mungkin menjadi lebih cepat lelah dan lebih rentan terhadap infeksi.

      Anda bisa mendapatkan zat besi dari daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, kacang merah, bayam, kubis, dan sayuran hijau lainnya. Untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh, sebaiknya Anda konsumsi sumber makanan zat besi bersama dengan makanan atau minuman yang tinggi vitamin C dan jangan mengonsumsinya bersamaan dengan makanan sumber kalsium. Kalsium dapat menurunkan penyerapan zat besi dalam tubuh.

      Kebutuhan (AKG 2013): 26-39 mg/ hari (semakin besar usia kehamilan, semakin tinggi kebutuhan)

      Asam folat

      Asam folat bahkan sudah dibutuhkan saat ibu hamil sedang merencanakan kehamilannya. Asam folat ini dapat membantu mencegah bayi dari cacat tabung saraf serta kelainan pada otak dan sumsum tulang belakang. Selain itu, asam folat juga dapat mencegah keguguran, kelahiran prematur, dan anemia saat hamil.

      Pada beberapa ibu, asupan asam folat mungkin membutuhkan bantuan dari suplemen. Namun, Anda bisa mencukupi kebutuhan asam folat Anda dari makanan, seperti sayuran hijau (bayam dan brokoli misalnya), jeruk, lemon, mangga, tomat, kiwi, melon, strawberi, kacang-kacangan, serta sereal dan roti yang sudah diperkaya dengan asam folat.

      Kebutuhan (AKG 2013): 600 mcg/ hari

      Kalsium

      Kalsium juga ternyata sangat dibutuhkan saat hamil dalam jumlah tinggi. Bayi dalam kandungan membutuhkan banyak kalsium untuk pertumbuhan tulang dan giginya. Bayi akan mengambil kebutuhan kalsiumnya dari tubuh ibu, sehingga untuk menjaga kepadatan tulang ibu, ibu membutuhkan banyak asupan kalsium untuk mengganti kalsium ibu yang diambil bayi. Kalsium juga dapat membantu mencegah ibu dari tekanan darah tinggi saat kehamilan.

      Untuk mencukupi kebutuhan kalsiumnya, ibu perlu mengonsumsi susu, yogurt, keju, jus jeruk yang diperkaya kalsium, kacang almond, ikan salmon, bayam, brokoli, kale, dan lainnya.

      Kebutuhan (AKG 2013): 1200-1300 mg/ hari

      Vitamin D

      Selain kalsium, vitamin D juga dibutuhkan oleh ibu hamil untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Vitamin D juga diperlukan untuk membantu tubuh ibu menyerap kalsium dari makanan. Tubuh ibu bisa mendapatkan vitamin D dari sinar matahari, selain itu juga bisa diperoleh dari sumber makanan, seperti susu, jus jeruk atau sereal yang sudah diperkaya dengan vitamin D, telur, dan ikan.

      Kebutuhan (AKG 2013): 15 mcg/ hari

      Kolin

      Kolin juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang ibu dan mencegah ibu dari tekanan darah tinggi saat hamil. Selain itu, kolin juga diperlukan untuk membantu mencegah bayi dari cacat lahir(neural tube defect) atau masalah pada otak dan tulang belakangnya. Juga, dapat membantu meningkatkan perkembangan otak bayi dalam kandungan.

      Kolin bisa Anda peroleh dari telur, ikan salmon, ayam, brokoli, dan lainnya.

      Kebutuhan (AKG 2013): 450 mg/ hari

      Vitamin C

      Vitamin C dapat membantu tubuh dalam menyerap zat besi. Selain itu, vitamin C juga dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan pembuluh darah dan sel darah merah.

      Anda dapat meningkatkan asupan vitamin C Anda dengan mengonsumsi jeruk, lemon, mangga, kiwi, melon, strawberi, brokoli, tomat, dan kentang.

      Kebutuhan (AKG 2013): 85 mg/ hari

      Iodium

      Selain untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid, iodium juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Iodium diperlukan bayi untuk perkembangan otak dan sistem saraf, juga untuk mencegah keguguran dan bayi lahir mati (stillbirth). Iodium juga penting untuk mencegah pertumbuhan bayi pendek, cacat mental, dan gangguan pendengaran (tuli) pada bayi.

      Anda bisa memperoleh iodium dari ikan cod, yogurt, keju cottage, kentang, susu sapi, dan lainnya.

      Kebutuhan (AKG 2013): 220 mcg/ hari

      Seng

      Zat gizi ini mungkin suka terlupakan, tetapi kecukupannya sangat diperlukan oleh tubuh. Untuk bayi dalam kandungan, seng sangat diperlukan untuk membantu perkembangan otak bayi. Sedangkan, untuk ibu hamil, seng diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh ibu, dan juga untuk membantu menghasilkan energi.

      Seng bisa didapatkan dari sumber makanan, seperti daging merah, kepiting, yogurt, sereal gandum, dan lainnya.

      Kebutuhan (AKG 2013): 12-20 mg/ hari (semakin besar usia kehamilan, semakin tinggi kebutuhan)

    • Tester
      Member
      Post count: 1

      Tes

    • Anonymous
      Guest
      Post count: 1

      sdas nasndasdna nsnd

Viewing 2 reply threads
  • You must be logged in to reply to this topic.